Pagi itu, ruang aula sekolah dipenuhi rasa penasaran. Para siswa duduk rapi menantikan kedatangan tamu istimewa dalam program Veteran Mengajar, sebuah kegiatan yang menghadirkan para pejuang bangsa untuk berbagi pengalaman hidup dan nilai-nilai kebangsaan. Ketika seorang veteran masuk dengan langkah tenang, seluruh ruangan seketika menjadi hening, dipenuhi rasa hormat.
Acara dibuka dengan sambutan singkat dari kepala sekolah, yang menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air serta menghargai perjuangan generasi terdahulu. Tak lama kemudian, veteran yang hadir mulai bercerita—tentang masa mudanya, semangat perjuangan, dan arti mempertahankan kemerdekaan. Suaranya lembut namun penuh wibawa, membuat setiap siswa fokus mendengarkan.
Ia menunjukkan beberapa foto lama dan benda bersejarah yang pernah menemaninya bertugas. Para siswa terlihat antusias, mengangkat tangan untuk bertanya tentang pengalaman di medan tugas, nilai-nilai disiplin, dan bagaimana menjaga persatuan di tengah perbedaan. Sang veteran menjawab dengan sabar, sesekali tersenyum mengenang masa lalu yang penuh tantangan.
Kegiatan semakin hidup ketika veteran mengajak siswa memainkan simulasi kecil tentang kerja sama tim dan pengambilan keputusan cepat. Tawa dan semangat memenuhi ruangan, namun tetap dalam suasana penuh makna. Di akhir sesi, para siswa memberikan ucapan terima kasih dan bunga sederhana sebagai bentuk penghormatan.
Sebelum berpamitan, sang veteran berpesan agar generasi muda terus menjaga bangsa ini dengan cara belajar, berbuat baik, dan saling menghargai. Meski singkat, kegiatan Veteran Mengajar hari itu meninggalkan kesan mendalam—bahwa kemerdekaan bukan hadiah, tetapi amanah yang harus dijaga oleh setiap generasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar